Kamis, 19 Februari 2009

tutorial informatika dan komputer bag.6

BAB 3
PERAKITAN KOMPUTER
PERSIAPAN
Bab ini mungkin nenjadi bab yang menarik bagi anda yang ingin merakit komputer sendiri. Untuk
dapat merakit komputer sendiri, pertama-tama kita harus mengerti keterangan berbahasa inggris yang tertulis di manual peralatan komputer maupun program-program komputer kita. Jika perlu, siapkan kamus bahasa inggris.
Dalam merakit komputer, tangan kita tidak boleh basah ataupun berkeringat. Kita juga tidak boleh
memegang langsung bagian tengah chip IC, termasuk processor dan memori. Keringat dapat menyebabkan short pada rangkaian komputer saat kita menyalakannya. Gunakan juga alas kaki yang terbuat dari karet agar kita tidak terkena kejutan listrik pada saat perakitan.
KOMPONEN YANG DIPERLUKAN
Komponen utama yang diperlukan untuk proses perakitan sebuah PC adalah sebagai berikut:
Monitor
Motherboard
Memori / RAM
Processor
VGA card apabila tidak terdapat fasilitas VGA on-board
Floppy drive
Harddisk
Keyboard
Mouse
CD/DVD-ROM
PROGRAM ATAU SOFTWARE YANG DIPERLUKAN
Siapkan juga Compact Disk yang berisi software yang akan dipakai yaitu Compact Disk sistem
operasi dan Compact Disk software aplikasi. Software sistem operasi yang umum digunakan adalah DOS, Windows 98, Windows 98 SE, Windows Millenium Edition, Windows NT, Windows XP Home Edition, Windows XP Home Edition SP 1, Windows XP Home Edition SP 2, Windows Vista, dan yang paling terbaru adalah Windows 7 Beta. Sementara itu, software aplikasi yang digunakan dan umum digunakan adalah Microsoft Office. Siapkan pula software aplikasi yang dibutuhkan. Saat ini telah muncul beragam software aplikasi yang menarik. Namun, kita harus menyesuaikan software tersebut dengan sistem operasi yang digunakan. Jika software aplikasi yang digunakan tersebut tidak compatible dengan sistem operasi yang dipakai, bisa dipastikan aplikasi tersebut tidak akan berjalan. Kita bisa bertanya kepada penjual software atau biasanya diberikan keterangan yang tercantum pada label pembungkus CD-nya. Di samping itu, software aplikasi yang akan kita install juga harus sesuai dengan spesifikasi hardware komputer kita.
LANGKAH-LANGKAH PERAKITAN
Siapkan motherboard dan aturlah posisi konektor jumper sesuai dengan yang tertulis pada manualnya. Caranya, cabutlah konektor plastik jumper penghubung pin yang terdapat di motherboard. Pindahkan pada posisi lain yang menghubungkan sebuah kaki pin lainnya sesuai dengan petunjuk manual yang tertulis pada buku manual motherboard.
Biasanya, produsen motherboard menyebutkan posisi jumper tertentu sesuai dengan jenis processor yang akan digunakan. Penyetelan posisi jumper ini memungkinkan motherboard memberikan suplai listrik yang sesuai dengan kebutuhan listrik processor yang dipasang. Pengaturan jumper tidak perlu dilakukan jika kita menggunakan motherboard jenis terbaru. Sistem motherboard terbaru akan mengatur clock processor yang kita gunakan secara otomatis, jika kita akan meng-overclock-nya.
Langkah awal yang harus dilakukan untuk merakit komputer adalah sebagai berikut:
Pasanglah processor pada soketnya. Sesuaikan tanda yang ada pada processor dan soketnya. Perhatikan kode titik atau sisi miring pada processornya. Tanda tersebut merupakan petunjuk supaya bagian processor tersebut terpasang pada soket yang memiliki tanda yang sama dan tidak boleh terbalik. Setelah terpasang, kuncilah tungkai yang terdapat pada sisi samping soket processor. Bacalah dengan baik manual processor yang biasa disertakan saat kita membelinya. Jika kita salah memasang processor akan berakibat fatal. Selanjutnya, pasanglah kipas pendingin di atas processor yang telah terpasang. Pada processor Pentium II, jenis soket processor-nya bersatu dengan papan sirkuit khusus. Untuk memasang processor ini, cukup dengan memasang papan sirkuit ke motherboard kemudian menguncinya dengan baik. Setelah processor terpasang, jangan lupa untuk menambahkan sedikit pasta khusus agar posisi permukaan processor benar –benar menyatu dengan permukaan heatsink kipas sehingga panas processor dapat menyebar dengan sempurna. Terakhir, hubungkan konektor kabel kipas processor ke soket yang ada di motherboard.
Pasanglah RAM pada tempatnya dengan baik. Sudut memori yang biasanya berlekuk dan bercelah yang berada pada bagian bawah memori harus ditempatkan pada tempatnya dengan baik dan hati-hati. Jika pemasangannya terbalik, maka akan sulit untuk memasangnya. Pada jenis memori SDRAM/DDRAM, dudukan memori pada motherboard memiliki pengait yang akan bergerak mengunci bersamaan dengan masuknya memori ke dalamnya. Berikan sedikit tekanan hingga pengait tersebut mengunci dengan sendirinya.
Masukkan motherboard ke dalam cassing. Kaitkanlah pengait plastik yang biasa disediakan oleh produsen cassing ke dalam yang terdapat pada motherboard. Bautlah motherboard tersebut pada cassing untuk menghindari terjadinya pergeseran motherboard. Pemasangan motherboard ini harus dilakukan dengan hati-hati karena bentuknya tipis dan memiliki rangkaian elektronik yang rumit.
Pasang kabel catu daya motherboard yang ada pada power supply dan biasanya bertuliskan P8 dan P9. Kabel yang berwarna hitam dari kedua konektor tersebut harus dipasang berdampingan. Jika menggunakan motherboard jenis ATX, pasanglah kabel power supply khusus tersebut pada slot power khusus ATX yang terdapat pada motherboard.
Pasanglah harddisk, CD-ROM, dan Floppy disk pada tempat yang telah disediakan oleh produsen cassing. Kencangkan dudukannya dengan baut secara hati-hati.
Sambungkan kabel power supply ke slot power yang terdapat pada harddisk, CD-ROM, dan Floppy disk. Sesuaikan konektor kabel dengan dudukannya. Perhatikan sudut konektor plastik pada kabel tersebut. Konektor ini sudah dirancang sesuai dengan dudukan yang terdapat pada harddisk, CD-ROM, dan Floppy disk. Jika terbalik, konektor ini akan sulit untuk memasangnya.
Sambungkan kabel data atau kabel pita pada dudukan yang tersedia di Harddisk, CD-ROM, dan Floppy disk. Kabel ini berfungsi untuk menghubungkan peralatan tersebut ke motherboard. Sisi kabel merah harus ditempatkan pada kaki nomor satu dan lihat keterangan yang sudah dituliskan pada Harddisk, CD-ROM, dan Floppy disk atau sisi kabel data yang berwarna merah harus berhadapan dengan kabel power berwarna merah. Jika pemasangannya terbalik, komputer tidak akan bekerja dengan baik dan mengakibatkan komponen-komponen tersebut akan rusak. Kabel yang terpasang di Floppy disk drive lebih kecil dibandingkan dengan kabel Harddisk dan CD-ROM yang memiliki ukuran yang sama.
Sambungkan kabel data dari Floppy disk ke slot yang ada di dalam motherboard. Sambungkan juga kabel data dari Harddisk ke slot IDE 1 dan CD-ROM ke slot IDE 2 yang ada di dalam motherboard. Sisi kabel berwarna merah harus menempati kaki nomor 1 pada setiap slot. Kita bisa melihat keterangan yang tertulis pada motherboard atau panduan manual motherboard.
Pasanglah VGA Card atau jika motherboard tidak memiliki fasilitas VGA On-board pada slot yang telah disediakan sesuai dengan tipenya. Jika VGA Card yang digunakan adalah ISA, tempatkan pada slot ISA yang ada pada motherboard. Dan apabila VGA Card yang digunakan PCI dan AGP, tempatkan pula pada slot PCI dan AGP.
Langkah selanjutnya adalah pemasangan kabel-kabel ke PIN Group. Hubungkan konektor kabel penghubung tombol reset ke pin reset yang ada pada motherboard. Hubungkan pula konektor kabel penghubungkan speaker ke pin yang bertuliskan speaker atau dengan simbol LS yang ada pada motherboard. Pada beberapa jenis cassing, telah dilengkapi dengan lampu indikator beserta kabel penghubung speaker dan tombol reset lengkap dengan konektornya. Dengan demikian, kita tinggal menghubungkan ke motherboard.
Pasang kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di VGA Card. Konektornya berbentuk trapesium dan memiliki 3 deret kaki yang tersusun rapi.
Pasang konektor keyboard ke slot keyboard dan mouse ke slot PS/2 yang ada pada motherboard. Jenis PS/2, kabel konektor ini memiliki bentuk yang sama. Perhatikan gambar atau tanda pada sisi dari masing-masing konektor.
Pasang kabel power dari layar monitor ke slot power yang terdapat pada bagian belakang power supply yang telah terpasang pada cassing CPU. Jika konektornya tidak cocok atau tidak ada slot power ke monitor, pasang kabel listrik tersebut ke jala-jala listrik rumah. Selanjutnya, pasang kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat pada power supply.
Setelah selesai dirakit, maka komputer tidak bisa langsung digunakan. Kita harus mengatur program BIOS dan menginstall program sistem operasinya terlebih dahulu.
Sebelum mengatur program BIOS, sebaiknya cek kembali semua langkah yang kita lakukan tadi.
Perhatikan posisi jumper jangan ada yang salah, demikian juga dengan processor, RAM dan kabel-kabel penghubung.
PENGATURAN BIOS
Sebagai tempat bernaungnya seluruh komponen-komponen, motherboard harus mampu mengenali
berbagai macam komponen yang terpasang. BIOS atau Basic Input Output System merupakan sekumpulan program yang disimpan pada ROM yang digunakan untuk melakukan tugas-tugas dasar, seperti mentransfer data, pengendali instruksi peralatan, serta meng-konfigurasi proses input output hardware di dalam komputer. Selain itu, BIOS juga memiliki fungsi untuk melakukan POST, memanggil sistem operasi, menjaga kestabilan dan kinerja sistem.
Pada motherboard tipe terbaru, sebaiknya senantiasa melakukan up-grade BIOS dengan versi terbarunya. Seringkali BIOS yang terdapat pada motherboard belum memberikan kestabilan dan kinerja yang maksimal. BIOS sendiri memiliki sebuah chip memori tipe EEPROM atau sering disebut Electrical Erasable Programmable Read Only Memory atau flash ROM yang umumnya memiliki kapasitas sebesar 2 MB. AMI, AWARD, dan PHOENIX merupakan produsen IC-BIOS yang umum dipakai oleh motherboard.
Menu di dalam BIOS berbeda-beda berdasarkan jenis dan merk motherboard. Untuk mengetahui fungsi menu-menu pada BIOS, kita hanya bisa membacanya dengan cara manual motherboard saja. Cara masuk ke menu BIOS dengan cara menekan tombol DEL atau F1 atau Esc tergantung jenis motherboard komputer pada saat komputer sedang melakukan proses booting.
Menu penting yang terdapat pada BIOS adalah sebagai berikut:
Standard CMOS Setup
Menu ini memiliki layanan-layanan seperti berikut ini:
Time and Date
Melakukan pengaturan penggantian waktu dan tanggal pada sistem BIOS
Floppy Drive A and Floppy Drive B
Menentukan penggunaan Floppy Drive A dan B, berikut kapasitasnya
Setup Hard Disk
Menentukan kapasitas dan keberadaan Hard Disk
Primary Master
Digunakan untuk Hard Disk utama atau Hard Disk sistem
Primary Slave
Digunakan untuk Hard Disk tambahan
Secondary Master
Digunakan untuk Hard Disk sistem ke-2
Secondary Slave
Digunakan untuk Hard Disk tambahan ke-2
BIOS Features Setup
Menu ini memiliki layanan-layanan sebagai berikut:
1st Boot Device
Menentukan pilihan pertama letak sistem boot untuk dibaca
2nd Boot Device
Menentukan pilihan device berikutnya jika pilihan 1st boot tidak ditemukan sistem yang dibutuhkan.
3rd Boot Device
Menentukan pilihan device berikutnya jika pilihan 1st boot dan 2nd boot tidak ditemukan sistem yang dibutuhkan.
4th Boot Device
Menentukan pilihan device berikutnya jika pilihan 1st boot, 2nd boot dan 3rd boot tidak ditemukan sistem yang dibutuhkan.
Try Other Boot Device
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Yes” memerintahkan komputer untuk terus mencari file sistem sesuai dengan boot device yang di-setup
Pilihan “No” memerintahkan komputer hanya mencari pada boot device pertama
S.M.A.R.T for Hard Disk
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Enable” untuk menghindari hard disk dari kerusakan karena kesalahan suatu proses.
Pilihan “Disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
Quick Boot
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Enable” untuk memerintahkan komputer agar proses booting lebih cepat
Pilihan “Disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
System Boot Up Num Lock
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “On” untuk memerintahkan agar lampu indikator Num Lock pada keyboard menyala sehingga penulisan angka mudah dilakukan.
Pilihan “Off” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
Floppy Drive Seek At Boot
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Enable” untuk memerintahkan hard disk dari kerusakan karena kesalahan suatu proses.
Pilihan “Disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
Password Checking
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Setup” untuk menentukan keberadaan password pada BIOS harus melalui setup.
Pilihan “Always” untuk menentukan keberadaan password pada BIOS harus selalu di-cek pada saat mem-boot komputer.
Cache Memory
Memiliki 3 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Internal” berarti L1 digunakan dan L2 tidak digunakan.
Pilihan “Both” berarti L1 dan L2 digunakan.
Pilihan “Disable” berarti L1 dan L2 tidak digunakan.
System BIOS Shadow Cacheable
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Enable” untuk menentukan lokasi memori BIOS menggunakan bayangan dan tersembunyi.
Pilihan “Disable” untuk menentukan lokasi memori BIOS menggunakan bayangan dan tidak tersembunyi.
OS Selector for DRAM>64
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Enable” untuk menggunakan OS2/WARP dan memori lebih dari 64 MB.
Pilihan “Disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
Chipset Features Setup
Virus Warning
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Enable” untuk memerintahkan komputer mencegah terjadinya penulisan ke tabel partisi hard disk, biasanya dilakukan oleh virus yang menggandakan dirinya.
Pilihan “Disable” untuk mencegah komputer agar tidak mendeteksi keberadaan virus.
Enable Burst Cycle
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Enable” untuk menggunakan read and write burst pada memori.
Pilihan “Disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
Cache Timing
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Enable” untuk meningkatkan waktu penggunaan cache.
Pilihan “Standard” untuk menstandarkan waktu penggunaan cache.


DRAM Timing
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Enhance” untuk meningkatkan waktu penggunaan DRAM.
Pilihan “Standard” untuk menstandarkan waktu penggunaan DRAM.
Enhance VGA Performance
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Enable” untuk meningkatkan kinerja VGA.
Pilihan “Disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
IDE Timing
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Enhance” untuk meningkatkan waktu penggunaan IDE.
Pilihan “Standard” untuk menstandarkan waktu penggunaan IDE Standard.
Power Management Setup
Advanced Power Management
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Enable” berarti sistem akan menggunakan power management.
Pilihan “Disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
Video Power Down Mode
Memiliki 3 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Suspend” berarti layar monitor akan melakukan penundaan sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Pilihan “Standby” berarti layar monitor akan melakukan Standby dan menunggu untuk digunakan kembali.
Pilihan “Disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
Hard Disk Power Down Mode
Memiliki 3 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Suspend” berarti hard disk akan melakukan penundaan sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Pilihan “Standby” berarti hard disk akan melakukan Standby dan menunggu untuk digunakan kembali.
Pilihan “Disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
Standby Time Out
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “1-15M” adalah jumlah waktu yang diberikan untuk melakukan Standby.
Pilihan “Disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
PNP/PCI Configuration
Menu ini digunakan untuk mengatur konfigurasi plug and play hardware pada slot PCI
Load Setup Default
Pilihan ini digunakan untuk memakai atau memanggil standard setup yang dimiliki oleh BIOS
Integrated Peripherals
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Enable” untuk memerintahkan komputer agar menggunakan floppy disk controller
pada motherboard (IRQ6)
Pilihan “Disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
Terbagi menjadi 4 port yang terdiri dari sebagai berikut:
Serial Port 1
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “COM1” berarti komputer akan menggunakan COM1/3F8 untuk serial port (IRQ4).
Pilihan “COM3” berarti komputer akan menggunakan COM3/3E8 untuk serial port (IRQ4).





Serial Port 2
Memiliki 2 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “COM2” berarti komputer akan menggunakan COM2/3F8 untuk serial port (IRQ3).
Pilihan “COM4” berarti komputer akan menggunakan COM4/2E8 untuk serial port (IRQ3).
Parallel Port
Memiliki 3 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “LPT1” berarti komputer akan menggunakan LPT1/378 untuk parallel port.
Pilihan “LPT2” berarti komputer akan menggunakan LPT2/278 untuk parallel port.
Pilihan “LPT3” berarti komputer akan menggunakan LPT3/3B8 untuk parallel port.
Parallel Port IRQ
Memiliki 3 pilihan sebagai berikut:
Pilihan “Auto” berarti parallel port akan mendeteksi IRQ yang akan digunakan.
Pilihan “IRQ5” berarti parallel port akan menggunakan IRQ5.
Pilihan “IRQ7” berarti parallel port akan menggunakan IRQ7.
Password Setting
Menu ini digunakan untuk memasukkan dan mengaktifkan kata kunci untuk si pemakai
IDE Hard Disk Detection
Menu ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan hard disk secara otomatis berikut parameternya, seperti kapasitas, loading zone, jumlah sektor, jumlah silinder dan mode hard disk
Save and Exit Setup
Pilihan ini digunakan untuk menyimpan semua hasil setup BIOS dan keluar dari menu setup BIOS.
Exit Without Saving
Pilihan ini digunakan untuk keluar dari menu setup BIOS tanpa menyimpan hasil setup BIOS.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar