Senin, 02 Maret 2009

Tutorial Pengantar Instalasi Komputer

PERCOBAAN I


POKOK BAHASAN : Mengidentifikasi hardware komputer.

TUJUAN : Agar mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan
terhadap komponen – komponen (hardware) dalam sistem
komputer.

DASAR TEORI :
a.Motherboard.
Merupakan sebuah perangkat elektronika (PCB) dimana terdapat komponen microprocessor dan memori (RAM, ROM), ROM BIOS (Basic Input Output System) dan chip controller lainnya. Selain itu terdapat pula slot yang disebut dengan slot ekspansi (exspansion slot), yaitu tempat untuk memasang kartu-kartu (card) tambahan yang berfungsi untuk meningkatkan fasilitas yang ada pada komputer.

b.Processo atau microprocessor.
Merupakan hardware yang difungsikan sebagai pusat pemroses data, kecepatan rate data dihitung dalam satuan Mega Hezt (MHz). Semakin tinggi kecepatan kerja processornya maka secara umum kecepatan komputerpun semakin tinggi pula. Kerja processor sangat berhubungan sekali dengan memori, sehingga semakin besar kapasitas memori akan semakin besar pula data yang mampu diolah dan aplikasi yang bisa dijalankan dalam komputer tersebut. Sebagai contoh suatu sistem aplikasi atau sistem operasi mensyaratkan microprocessor tertentu dan memori minimal untuk bisa jalan pada suatu komputer.

c.Zero Insertion Force (ZIF) Socket.
Merupakan socket tempat memasang processor pada motherboard, untuk memasukkan processor ke socket tidak di bituhkan gaya sama sekali. Kelas processor yang berbeda akan membutukkan jenis socket yang berbeda. Untuk processor kelas Pentium di gunakan socket 7, kelas Pentium Pro digunakan socket 8, sedangkan Pentium II menggunakan Slot 1, Pentium III menggunakan socket 370, dan Pentium IV menggunakan socket 478.

d.Macam – macam slot exspansi :
1.AGP Slot.
2.PCI Slot.
3.ISA Slot.
4.FPM.
5.SIMM.
6.DIMM.

e.Macam – macam konektor :
1.Konektor IDE.
2.Konektor FDC.
3.Konektor SCSI.
4.Konektor Power Supply AT & ATX.

f.Memory :
1.EDO RAM.
2.SDRAM
3.DDR SDRAM.
4.ROM Bios.

g.Hard Disk Drive (HDD).
Merupakan media penyimpanan data yang mempunyai kapasitas data yang besar (sampai GB).

h.Floppy Disk Drive (FDD).
Merupakan hardware untuk penyimpanan dan penulisan data pada disket.

i.CDROM.
1.CDROM Read (R).
2.CDROM Read & Write (R/W).
j.Cache Memory.
Merupakan memory yang berukuran data kecil, namun mempunyai kecepatan access yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan memori lainnya. Cache memori berfungsi sebagai bridge antara Processor dan Ram.
k.Power Supply.
1.AT.
2.ATX.
l.Casing.
1.Casing Destop.
2.Casing Midle Tower.
3.Casing Tower.
m.Kabel data.
1.Kabel data HDD (PATA, SATA & SCSI).
2.Kabel data FDD.
3.Kabel data Monitor.
n.Monitor.
1.SVGA Biasa.
2.SVGA Full.
3.Tehnologi CRT & LCD.
o.Sound Card.
Merupakan hardwere yang mengolah (memproduksi)sinyal suara dalam sistem komputer.
p.Display Adapter Card.
1.MDACard.
2.CGA Card.
3.EGA Card.
4.VGA Card.
q.Port I /O.
1.Serial Port (DB 9 dan DB 25).
2.Paralell port.
3.USB port.
4.PS /2.
ALAT DAN BAHAN :
1.Komputer standard.
2.Tool set.
LANGKAH PERCOBAAN:
1.Buka casing komputer dengan bantuan alat obeng plus /min.
2.Simpan baud mur di tempat yang aman.
3.Identifikasi hardware:
a.Merek & seri Motherboard.
b.Jenis & merek RAM.
c.Tehnologi & merek display adapter card.
d.Tehnologi & merek Sound card.
e.Kapasitas & merek HDD.
f.Merek & kapasitas FDD.
g.Type & merek prosesor.
h.Type Power supply.
i.Merek baterai CMOS.
j.Nama & seri Cip set (motherboard, display adapter card, sound card).
k.Type casing.
l.Jenis CDROM & kecepatannya.
m.Gambarkan port – port I /O (VGA card, paralel port, USB, serial port, PS /2, IDE, FDC).
n.Type & seri ROM Bios.
o.Kabel data HDD & FDD.
TUGAS RUMAH :
1.Buat laporan dan kesimpulan praktikum (sifat individu).


PERCOBAAN II

POKOK BAHASAN : Perakitan (Assabling) & Setup Bios.

TUJUAN : Agar mahasiswa trampil dan mengerti cara dan langkah
perakitan (assambling) harwere sebuah PC dilanjutkan setting
Bios setup sistem komputer.

TEORI DASAR :
1.Diagram blok sebuah motherboard .




















Gambar_1 : Diagram pengawatan sebuah mainboard.
2. Bentuk fisik Mainboard.


















Gambar_2 : Bentuk fisik mainboard komputer.

3. BIOS SETUP.
Semua jenis mainboard komputer memiliki program utilitas setup CMOS untuk mengatur konfigurasi perangkat keras dari sistem komputer yang terpasang. Program ini tersimpan pada IC ROM (Integrated Circuit Read Only Memory) yang biasa disebut dengan nama ROM BIOS (Read Only Memory Basic Input-Output System). Setelah selesai perakitan mainboard, tahap selanjutnya dalah pengaturan /setting konfigurasi pada ROM BIOS. Program setup CMOS pada BIOS dapat dibuka dengan menekan tombol tertentu pada saat komputer melakukan POST (Power On Self Test) pada saat proses booting. Adapun tombol kunci untuk membuka atau menampilkan menu CMOS pada BIOS biasanya tertera pada layar monitor saat komputer melakukan POST. Contoh dengan menekan tombol Ctrl + Alt + Del saat komputer melakukan POST.

Contoh menu setting sistem BIOS setup.

ROM PCI /ISA BIOS
CMOS SETUP UTILITY
AWARD SOFTWARE . INC

STANDARD CMOS SETUP SUPERVISSOR PASSWORD
BIOS FEATURES SETUP USER PASSWORD
CHIPSET FEATURES SETUP IDE HDD AUTO DETECTION
POWER MANAGEMENT SETUP SAVE & EXIT SETUP
PNP AND PCI SETUP EXIT WITHOUT SETUP
LOAD BIOS DEFAULTS
LOAD SETUP DEFAULTS

Esc : Quit : Select Item
F10 : save & exit setup (Shift)F2 : Change color

Gambar_3 : Menu CMOS setup utility.

STANDARD CMOS SETUP:
Digunakan untuk konfigurasi waktu sistem, floppy disk, hardisk dan lain-lain.

BIOS FEATURES SETUP :
Digunakan untuk konfiguarasi fasilitas- falitas yang di sediakan oleh BIOS, misalnya urutan booting, kecepatan keyboard, cache memory dan lain-lain.

CHIPSET FEATURES SETUP :
Digunakan untuk konfigurasi fasilitas-fasilitas yang di sediakan oleh Chipset, misalnya : timing memory.

POWER MANAGEMENT SETUP :
Digunakan untuk konfigurasi power management, seperti kapan komputer kita akan tidur dan kapan komputer kita akan bangun (video off option), temperatur cpu, temperatur MB.

PNP /PCI SETUP :
Digunakan untuk konfigurasi perangkat-perangkat plug and play dan PCI, seperti alokasi IRQ.

LOAD BIOS DEFAULTS :
Digunakan untuk konfigurasi BIOS standard yang menjamin kompatibilitas dengan berbagai sistem operasi, program dan hardware. Konfigurasi ini akan menyebabkan komputer lambat.

LOAD SETUP DEFAULTS :
Digunakan untuk konfigurasi BIOS ke default setup yang merupakan konfigurasi optimal.

SUPERVISOR PASSWORD :
Digunakan untuk membuat password supervisor, password ini berlaku untuk proses booting dan konfigurasi setup BIOS.
USER PASSWORD :
Digunakan untuk membuat password user, password ini hanya berlaku untuk proses booting saja dan tidak bisa di gunakan untuk mengubah konfigurasi setup BIOS.

IDE HDD AUTO DETECTION :
Digunakan untuk mendeksi secara automatis parameter-parameter yang digunakan oleh hard disk yang kita pasang, meliputi : jumlah cylinder, head dan sector per track.

SAVE & EXIT SETUP :
Digunakan untuk menyimpan konfigurasi yang telah kita ubah dan keluar dari setup BIOS.

EXIT WITHOUT SAVING :
Digunakan untuk keluar dari BIOS tanpa mengubah konfigurasi.

ALAT DAN BAHAN :
1.Tool Set.
2.Komputer standard.
3.Stop kontak gulung.

LANGKAH PERCOBAAN :
1.Buka cassing komputer.
2.Simpan baut mur pada tempat yang aman.
3.Keluarkan semua kompenen (hardware) dari cassing komputer.
4.Coba hardware dirakit diluar casing dan detek kapasitas hard disk dari seting BIOS.
5.Matikan komputer dan pasang kembali hardware ke dalam casing komputer.
6.Hidupkan komputer dan detek atau setting kembali setup BIOS sistem.
7.Optimalkan seting bios setup meliputi : cache memory, urutan booting, floppy, HDD, Video memory cache mode, Video ROM BIOS shadow, Quick POST.

TUGAS RUMAH :
1.Buat laporan dan kesimpulan praktikum (sifat individu).















PERCOBAAN III


POKOK BAHASAN : Mengidentifikasi komponen HDD.

TUJUAN : Agar mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan konstruksi
Hardwere dari komponen hard disk drive bermerk Seagate.

DASAR TEORI :
Hard disk drive merupakan memory non volatile, yang berfungsi sebagai media storage data yang berkapasitas besar. Komponen ini membutuhkan catu daya sebesar 12 Volt & 5 Volt arus DC murni. Penyimpanan datanya secara proses magnetisasi pada ploter dan head magnetic.
Persamaan untuk menghitung kapasitas hard disk drive :
Capacity data = (Cyl * Sec * Head ) * 512 Byte




















Disc Drive Model Number Scheme

Contoh : ST 3 800 2 1 ACE

Maksud model number HDD tersebut adalah :

# of Disc

Form factor Interface
ST 3 800 2 1 ACE
Seagate
Technology
Generation

Capacity




Keterangan :

# Of Disc
Number of physical disc inside drive
(Same capacity /Disc = Same family)
Example :
80.0 /2 = 40.0 Gb /Disc (ST380021A)
40.0 /1 = 40.0 Gb /Disc (ST340016A)


INTERFACE
A = ATA (IDE /EIDE)
CE = Consumer Electronics.


GENERATION
Used to differentiate similar product
ST317420A – ATA – 33
ST317242A – AQTA – 66

FORM - FACTOR

3 = 3.5 inch low profile (1.0 in /25 mm)

CAPACITY
Divide # by 10 in (Gbytes).
Contoh :
800 = 80.0 GB
84 = 8.4 GB



ALAT DAN BAHAN :
1.Obeng plus maupun minus.
2.Sebuah hard disk drive Seagate.
3.Sebuah baki plastik.

LANGKAH PERCOBAAN :
1.Siapkan alat dan bahan.
2.Catat data hard disk drive yang ada pada cover casing HDD meliputi (Cyl, Head, Sec & Model number).
3.Hitung kapasitas HDD dan terjemahkan model number Hard disk drive tersebut.
4.Buka casing HDD & simpan baut mur pada baki yang telah tersedia.
5.Amati dan gambarkan komponen HDD seperti : Plotter, Head dan tangkainya, Connector data.
6.Rapikan kembali alat dan HDD tersebut.















Gambar_6 : Bentuk fisik HDD





TUGAS RUMAH :
1.Buat laporan dan kesimpulan praktikum (sifat individu).




PERCOBAAN IV

POKOK BAHASAN : Partisi dan format HDD
TUJUAN : Agar mahasiswa trampil dan dapat menjelaskan dalam
proses pembuatan /penghapusan partisi HDD dan proses
pemformatannya.
TEORI DASAR :
Sebelum melakukan instalasi perangkat lunak maka hard disk drive harus dalam kondisi terformat. Sebelum melakukan pemformatan, perlu diperhatikan beberapa hal, yang pertama adalah tipe dari hard disk drive tersebut. Untuk hard disk drive SCSI, pastikan bahwa BIOS support dengan teknologi SCSI. Selain itu, sebaiknya ada program bantu untuk manajemen SCSI disk yang biasanya sudah disertakan.
Sedangkan untuk hard disk drive IDE, pastikan bahwa konfigurasi untuk spesifiksi hard disk drive pada BIOS telah sesuai dengan hard disk drive tersebut. Untuk hard disk drive dengan kapasitas diatas 528 MB sebaiknya digunakan mode LBA (Logical Block Address).

1. Menu pembuatan partisi HDD dengan bantuan program FDIK.EXE :
a. Menu utama program bantu FDISK.EXE

FDISK OPTIONS
Current fixed disk drive :1
Choose one of the following :
1.Create dos partition or logic dos drive.
2.Set active partition.
3.Delete partition or logic dos drive.
4.Display partition information.

Enter choice : [ ].
Press ESC to exit FDISK.

Gambar_7 : Menu program bantu FDISK.
b. Sub menu create DOS partition or logical drive progam FDISK.EXE


Create DOS Partition Or Logical DOS Drive

Current fixed disk drive : 2
Chooseone of the following :
1.Create Primary Dos Partition.
2.Create Extended Dos Partition.
3.Create Logical Dos Drive(s) in the Extended Dos Partition.

Enter Choice : [ ]
Press ESC to return to FDISK Options

Gambar_8 : Menu create Dos Partition

c. Display partisi pada FDISK.EXE


Display Partition Information

Current fixed disk drive : 1

Partition Status Type Volume Label Mbyte System Usage
C : 1 A PRI DOS INFORMATIKA 2100 FAT 32 100 %


Total disk space is 2100 Mbyte ( 1 Mbyte = 1048576 bytes )

Press ESC to continue.

Gambar_9 : Menu Display Partition yang telah dibuat.

2.Proses Format High Level.

A>Format C: /s kemudian tekan Enter

WARNING, ALL DATA ON NON-REMOVABLE DISK
DVIVE C: WILL BE LOST !
Proceed with Format (Y/N) ?_



ALAT DAN BAHAN :
1.Komputer standard.
2.Disket program star up.
3.Stop kontak gulung (rol).

LANGKAH PERCOBAAN :
1.Hidupkan komputer.
2.Urutan proses boot : Floppy,HDD,CDROM.
3.Masukkan disket program star – up disk Windows ‘98.
4.Dari Dos promt ketikan perintah :
A>FDISK.EXE tekan Enter
5.Pada layar monitor akan tampil menu utama FDISK, seperti di tunjukkan pada gambar di dasar teori. Selanjutnya, pilih menu 1. Create Dos partition or logical Dos drive.
6.Selanjutnya pada layar monitor akan tampil pertanyaan apakah seluruh kapasitas hard disk drive akan di jadikan satu partisi atau tidak. Maka anda jawab N. kemudian tekan Enter.
7.Pada layar akan tampil menu Create Dos partition or logical dos drive, selanjutnya anda pilih 1. Create Primary Dos partition, kemudian masukkan ukuran yang di kehendaki. Misalnya anda isi 50%.
8.Selanjutnya untuk membuat extended partisi, dari menu Create Dos partition or logical dos drive, selanjutnya anda pilih 1. Create Extended Dos partition, , kemudian masukkan ukuran yang di kehendaki. Misalnya anda isi 50%. Tekan Enter.
9.Selanjutnya tekan Esc , untuk keluar dari FDISK menuju ke Dos promt.
10.Tekan tombol Reset.

Langkah memformat HDD:
1. Dari Dos promt, ketikan : A>Format C: /s tekan Enter
2.Kemudian ikuti perintah selanjutnya yang di minta dalam proses Format HDD.
3.Seperti langkah no. 1, ketikan A>Format D: tekan Enter.

TUGAS RUMAH :
1Buat laporan dan kesimpulan praktikum (sifat individu) dan di
jilid.

































PERCOBAAN V


POKOK BAHASAN : Instalasi OS Windows 2000P dan setting driver.

TUJUAN : Agar mahasiswa trampil dan paham dalam menginstalasi
(OS) Ms. Widows 2000P dan seting driver: VGA Card,
Sound Card, Printer.

TEORI DASAR :
a. Macam-macam software Operating System (OS) :
1.Ms. Windows.
2.Ms. Dos.
3.Linux.
4.Novel Netware. Dsb
Dalam melakukan instalasi software Operating System, perlu diperhatikan beberapa
hal, antara lain:
1.Perangkat lunak sistem aplikasi apa saja yang akan dipergunakan.
2.Kondisi hardware yang tersedia, apakah mampu untuk berjalannya operating system tersebut.
3.Fasilitas apa saja yang terdapat dalam perangkat keras (hardware) komputer tersebut.
Sebagai contoh : Ms windows 2000 profesional mensyaratkan konfigurasi minimal komputer sbb:
a.Processor Pentium 233 MMX disarankan Pentium II.
b.Memory (RAM) minimal 64 MB, disarankan 128 MB.
c.Kapasitas HDD sebesar 1.5 GB, disarankan 2 GB.
d.Video display dengan resolusi 800 x 600 dpi.
Macam-macam driver VGA Card :
a.Acer.
b.S3 Tri 64.
c.Asus, dsb.
Macam-macam driver Sound Card :
a.Yamaha Sound card.
b.Creative Sound Card.
c.Crystal Sound Card.

Macam-macam Driver printer :
a.Epson.
b.Canon.
c.HP, dsb.

ALAT DAN BAHAN :
1.Komputer standard dengan Sound card.
2.Tool set.
3.CD OS Windows 2000 Profesional dan CDROM.
4.Stop kontak gulung (rol).

LANGKAH KERJA :
A.Instalasi OS Ms windows 2000 Profesional :
1.Hidupkan komputer.
2.Setting proses boot : Floppy, HDD, CDROM (Jika soft ware tdak boot able CD ROM).
3.Masukkan disket software star–up.
4.Pada option star up, pilih no. 1.
5.Dari Dos Promt , ketikkan pada A>C: teka Enter.
6.Buat nama directory pada drive C, contoh : ketikkan pada C:md Win2000P tekan Enter.
7.Copy kan OS ke dalam Drive C: pada direktory Win2000P.
Contoh: dari drive CDROM, ketikan pada E> cd Win200P tekan Enter.
Kemudian ketikan E:Win2000P>copy *.* c:\Win2000P Enter
8.Jalankan program setup Win2000P dari HDD.
Contoh : dari Dos Promt, ketikkan pada C:cd Win2000P tekan Enter.
Ketikan pada C:Win2000P>setup tekan Enter.
9.Selanjutnya ikuti pesan-pesan yang di minta selama proses instalasi berlangsung.
10.Setelah proses instalasi selesai, komputer akan melakukan Re-star secara automatis.

b. Instalasi driver VGA Card.
1.Dari layar Destop klik kanan mouse, dan kemudian dari menu yang ditampilkan pilih Properties.
2.Selanjutnya dari kotak dialog Display Properties pilih tab Setting . Pada tab setting yang tampil di layar monitor, klik Advanced Properties. Seperti terlihat pada Gambar 10.



Gambar_10: Kotak dialog Display Properties.

3.Selanjutnya pada layar monitor akan tampil kotak dialog Advanced Display Properties. Pada posisi tab Adapter, klik Change. Seperti tampak Gambar 11.

Gambar_11 : Kotak dialog konfigurasi Display adapter.

4.Pada layar monitor akan tampil daftar device driver display adapter yang kompatible dengan kartu tersebut (lihat Gambar 11). Jika kartu yang digunakan tidak terdapat dalam daftar tersebut, klik Have Disk untuk selanjutnyabisa dilanjutkan instalasi device driver yang ada pada disk (disket /CDROM) driver dari kartu tersebut.

c. Instalasi sound card.
1.Jika hardware tidak mendukung Plug and Play, untuk mengenali kartu, lakukanlah pencarian secara manual. Bukalah control panel dengan mengklik Star, Setting, Control panel. Kemudian klik Add New Hardware (Gambar 12), klik Next. Selanjutnya windows akan merekomendasikan pencarian perangkat baru. Setelah mengklik Yes dan Next, windows akan melakukan pendeteksian adanya perangkat baru dalam komputer tersebut (Gambar. 12).



Gambar_12 : Ikon Add New Hardware pada control panel.

2.Selanjutnya windows akan menampilkandaftar kelompok perangkat yang bisa di instal. Selanjutnya pilih Sound, Video and Game Controller (Gambar 13), tekan Next. Jika model kartu tidak tertera dalam daftar tersebut , pilih Have Disk, kemudian windows akan meminta memasukkan disk (disket /CDROM) yang berisi device driver kartu tersebut.
3.Setelah proses instalasi device driver selesai, windows akan meminta atau langsung melakukan re-start untuk menggunakan konfigurasi yang baru. Selanjutnya pasang speaker pada kartu suara.

Gambar_13 : Kotak dialog pemilihan tipe perangkat baru.

4.Untuk mengetahui apakah ada masalah dengan konfigurasi perangkat tersebut, lihatlah Device Driver pada System Properties.(Gambar 14).
Gambar_14 : System properties dengan device driver kartu suara.
d.Instalasi driver printer.
1. Dari tombol Star > Settings > Printers.
2. Double klik Add Print, pilih Next, Pilih Local printer dan Next (Gambar 15).
33.Pilih product dan type printer, selanjutnya pilih Next (Gambar 16).
4. Pilih Port printer, dan pilih Next, tekan Next lagi.
5.Test printer, pilih No test.

Gambar_15 : Kotak dialog Add Printer.
Gambar_16 : Kotak dialog Add Printer Wizard.

TUGAS RUMAH :
1.. Buat laporan dan kesimpulan praktikum (sifat individu).




PERCOBAAN VI


POKOK BAHASAN : Instalasi program aplikasi (Ms. Office 2000 & WinAmp).

TUJUAN : Agar mahasiswa paham dan trampil dalam menginstalasi
program aplikasi, seperti : Ms. Office 2000 dan WinAmp.

ALAT DAN BAHAN :
1.Komputer standard.
2.CDROM.
3.CD program Office 2000 & WinAmp.
4.Stop kontak gulung (rol).

LANGKAH PERCOBAAN :
a. Instalasi office 2000:
1.Hidupkan komputer.
2.Masukan CD Program Office 2000.
3.Jalankan program setup office 2000 (Gambar 17).
Gambar_17 : Kotak My Computer dan Microsoft Office 2000 Setup.
4.Masukkan serial number office 2000. Selanjutnya ikuti pesan-pesan yang diminta selama proses instalasi berlangsung. (Gambar 18)


Gambar_18 : Kotak dialog pengisian serial number Ms. Office 2000 setup.
b. Instalasi WinAmp.
1.Masukkan CD Soft ware Winamp dalam CDROM.
2.Jalankan program setup Winamp. ( Gambar 19 )
3.Selanjutnya ikuti pesan-pesan yang diminta selama proses instalasi berlangsung.
Gambar_19 : Kotak dialog My Computer dan Win Amp Setup.
Double klik program setup Winamp.

TUGAS RUMAH :
1.Buat laporan dan kesimpulan praktikum (sifat individu).
PERCOBAAN VII



POKOK BAHASAN : LAPLINK DUA BUAH KOMPUETR.

TUJUAN : Agar mahasiswa paham dan trampil dalam menginstalasi
Hubungan Laplink dua buah komputer dengan memanfaatkan
Serial & paralel port.

ALAT & BAHAN.
1.Dua buah unit komputer standar.
2.Dua buah konektor DB 9 (fimale) atau DB 25 (male).
3.Sebuah kabel berurat 8 (konektor DB 9) atau berurat 10 (konektor DB 25).
4.Sebuah Multi meter.

LANGKAH PERCOBAAN.
1.Siapkan kabel dan konektor yang diperlukan.
2.Sambungkan dua buah konektor yang diperlukan, dengan hubungan sbb:
Nomor Pin pada Serial Port
Sinyal
Pin 1
Data Carrier Detect (DCD)
Pin 2
Receive Data (RxD /RD)
Pin 3
Transmit Data (TD)
Pin 4
Data Terminal Ready (DTR)
Pin 5
Signal Ground
Pin 6
Data Set Ready (DSR)
Pin 7
Request to Send (RTS)
Pin 8
Clear to Send (CTS)
Pin 9
Ring Indicator

Gambar_20 : Fungsi masing masing Pin konektor DB 9.

Pin 1
Pin 1
Pin 2
Pin 2
Pin 3
Pin 3
Pin 4
Pin 4
Pin 5
Pin 5
Pin 6
Pin 6
Pin 7
Pin 7
Pin 8
Pin 8
Pin 9
Pin 9
Gambar_ 21: Hubungan antar konektor DB 9
Nomor Pin Paralel Port
Sinyal
Pin 1
Strobe
Pin 2
Data 0
Pin 3
Data 1
Pin 4
Data 2
Pin 5
Data 3
Pin 6
Data 4
Pin 7
Data 5
Pin 8
Data 6
Pin 9
Data 7
Pin 10
ACK
Pin 11
BUSY
Pin 12
PE
Pin 13
Select
Pin 14
Auto FD XT
Pin 15
Error
Pin 16
Init
Pin 17
Select IN
Pin 18 - 25
Ground
Gambar_22: Fung masing masing Pin Paralel Port (DB 25).
Pin 2
Pin 2
Pin 3
Pin 3
Pin 4
Pin 4
Pin 5
Pin 5
Pin 6
Pin 6
Pin 10
Pin 10
Pin 11
Pin 11
Pin 12
Pin 12
Pin 13
Pin 13
Pin 15
Pin 15

Gambar_23: Hubungan antar konektor DB 25 Male.

3.Hubungkan pada konektor yang di maksud pada masing masing komputer standar
yang tersedia.
4.Hidupkan komputer.
5.Klik Start > Program > Accessories > Communications > Direct Cable Connection, seperti Gambar 24.


Gambar_24.

6.Klik klik Next > pilih LPT atau COM.








Gambar_25: Dialog Direct Cable Connection.

7.Klik Install New Ports (kabel Laplink harus sudah terhubung dengan komputer).


TUGAS RUMAH

1.Buat laporan dan kesimpulan praktikum (sifat individu).



















PERCOBAAN VIII



POKOK BAHASAN : Mirror dan Striping (RAID).
TUJUAN : Agar mahasiswa paham dan mengerti tentang penggunaan
teknik mirror dan striping data pada media storage.

ALAT DAN BAHAN
1.CD Soft ware Windows 2000 Advance Server.
2.Komputer standard min Pentium II. 300 Mhz.
3.Dua buah /lebih Hard Disk Drive Seagate.

DASAR TEORI
Mirror volume (RAID 0) berfungsi seperti mirror (cermin) yang menduplikasikan data yang sama antara satu disk dengan disk yang lain. Disk yang digunakan sebagai mirror akan mempunyai besar kapasitas yang sama. Melalui mirror ini maka jika salah satu disk mengalami kerusakan anda tidak akan kehilangan data yang ada.

Striping

120 GB 0 GB 40GB 40GB
Logical drive
disk_0 disk_1 disk_2
120 GB Striping
Mirror
Logiical drive 120 GB 40 GB 40 GB 40 GB
Logical drive

disk_0 disk_1 disk_2
Gambar_26 : Rangkaian hard disk drive Mirror and Striping
LANGKAH PERCOBAAN
1.Buka jendela komputer management seperti pada Gambar1.
2.Pada Gambar tersebut jika anda ingin mirror volume data disk_0 (drive C) ke disk_1, klik kanan volume tersebut dan pilih Add Mirror . Tampil kotak dialog Add Mirror dengan pilihan Disk_1.
3.Sorot Disk_1 dan klik tombol Add Mirror. Setelah terjadi proses regenerating maka selesailah sudah proses pembuatan mirrornya.
4.Jika kedua Disk tersebut belum dialokasikan (unallocated), untuk membuat mirrornya klik kanan salah satu disk_nya dan pilih Create Volume.
5.Tampil kotak wizard, klik Next sehingga tampil kotak dialog Create Volume Wizard. Kemudian klik tombol radio Mirrored Volume dan Next.
6.Tampil kotak dialog pilihan disk_nya. Sorot Disk_1 dan klik tombol Add. Pada frame Size kotak isian For all selected disks : isi kapasitas mirror yang Anda inginkan, lalu klik Next.
7.Tampil pilihan untuk nama drive, pilih dan klik Next.
8.Pilih tampilan formatnya. Setelah anda pilih termasuk memberikan label volume, klik Next dan Finish. Akan terjadi sinkronisasi dan proses format.

MEMUTUSKAN MIRROR
Jika volume Disk sudah hampir terpakai semua sedangkan Anda masih memerlukan ruang disk, untuk sementara Anda dapat memutuskan proses Mirror. Memutuskan proses Mirror tidak akan menghapus datanya.

Cara memutuskan Mirror :
1.Pada dialog Computer Management, klik kanan Volume Mirror Disk tersebut dan pilih Break Mirror.
2. Tampil konfirmasi peringatan apakah Anda yakin untuk memutuskan Mirror, klik Yes.

MENGHAPUS MIRROR
1.Klik kanan dan pilih Remove Mirror dari salah satu Volume Disk yang akan dihapus Mirrornya.
2.Tampil kotak dialog Remove Mirror.
3.Sorot disk_nya dan klik tombol Remove Mirror. Tampil kotak peringatan, Klik Yes. Maka Volume Disk tersebut akan terhapus menjadi Unallocated.


SPANNED VOLUME.
Anda dapat meluaskan Volume dari satu Disk ke Disk yang lain sampai 32 Disk sehingga menghasilkan satu Volume yang besar. Pada Spanned Volume proses pengisian terjadi mulai Disk pertama hingga penuh, baru pada Disk berikutnya. Jika salah satu Disk mengalami kerusakan, semua data pada Volume tersebut akan hilang.

Cara membuat Spanned Volume :
1.Pada kotak dialog Computer Management, klik kanan Disk yang belum teralokasi (Unallocated) dan pilih Create Volume.
2.Tampil wizard_nya dan klik Next. Muncul kotak pilihan dari tipe Volume yang di inginkan. Klik tombol radio Spanned Volume, lalu klik Next.
3.Muncul kotak dialog Select Disks dengan tampila Disk yang ada.
4.Sorot Disk pada kotak All available dynamic disks, lalu klik tombol Add.
5.Sorot disk_nya pada kotak Select Dynamic disks, lalu pada kotak isian For Select Disk : isi kapasitas yang di inginkan.
6.Setelah selesai menentukan kapasitas pada masing-masing disk klik Next.
7.Tentukan nama Drive_nya dan klik Next. Tampil pilihan formatnya, setelah di pilih klik Next dan Finish.

Untuk menghapus Spanned Volume, klik kanan volumenya dan pilih Delete Volume. Pada pesan konfirmasi yang muncul, klik Yes.


STRIPED VOLUME.
Striped Volume hampir sama dengan Spanned Volume yaitu menggunakan beberapa disk, minimum 2 Disk dan maksimum 32 Disk menjadi satu kesatuan (Volume). Striped Volume mempunyai format tersendiri dimana kapasitas setiap Disk yang digunakan mempunyai besar volume yang sama. Proses penyimpanan data tidak seperti Spanned Volume melainkan setiap data disimpan langsung pada semua Disk. Misal ada 2 Disk maka data_1 akan disimpan menggunakan Disk_0 dan Disk_1, data_2 akan disimpan pada Disk_0 dan Disk_1dan seterusnya. Ini akan mempercepat proses waktu baca dan tulis karena sistem pada saat yang sama dapat membaca dan menulis lebih dari satu Disk. Teknik proses ini disebut Stripping.

Ada dua macam teknik stripping yaitu tanpa menggunakan parity dan menggunakan parity. Jika menggunakan parity, minimum Disk harus ada 3 buah. Striped Volume tanpa parity dikenal sebagai RAID 0, sedangkan yang menggunakan parity dikenal sebagai RAID 5.

Cara membuat Striped Volume :
1.Klik kanan Unallocated disk dan pilih Create Volume.
2.Klik Next, tampil pilihan type Volumenya, klik tombol Radio Striped Volume dan klik Next.
3.Tampil kotak dialog pilihan Disk_nya. Sorot Disk_nya pada kotak All available dynamic disks, lalu klik tombol Add.
4.Pada kotak isian For All Select disks : tentukan kapasitas volume yang di inginkan, dlalu klik Next.
5.Tentukannama Drive_nya dan klik Next. Tampil kotak dialog Format Volume, Setelah Anda setting klik Next dan dilanjutkan Finish.

Untuk menghapus Striped Volume, klik kanan Volume Disk_nya dan pilih Delete Volume kemudian klik Yes.


EXTENDED VOLUME.
Anda dapat meluaskan ruang Disk pada simple Volume atau pada Spaned Volume sehingga kapasitasnya menjadi lebih besar, tapi untuk sistem atau Volume bobot dari Windows tidak bisa diperluas.
Cara memperbesar kapasitas Volume Disk pada Simple Volume (standard volume) atau Spaned Volume :
1.Klik kanan Volume Disk_nya dan pilih Extended Volume.
2.Tampil wizard, klik Next tampil pilihan Disk yang ada. Pilih apakah Anda hanya perluas dalam satu Disk atau bersama disk lainnya setelah itu klik Next dan Finish.


DEFRAGMENTER
Jika pertama kali Anda menginstal dan pemasangan program atau data, data tersebut akan teralokasi pada susunan cluster disk yang benar (berurutan). Namun jika sering menghapus atau membuat file (data), lokasi file atau data tersebut bisa saja berada pada struktur cluster disk yang tidak berurutan (terjadi fragmenter) sehingga mengurangi performance proses akses data pada disk. Untuk itu sebaiknya Anda melakukan proses Defragmenter pada periode – periode tertentu untuk mengembalikan proses penyusunan letak file atau data pada cluster secara berurutan.


Cara melakukan proses Defragmenter :
1.Klik tombol Start > Program > Accessories > System Tools > Disk Defragment.
2.Tampil kotak dialog Disk Defragmenter, klik kanan Volume disk_nya dan pilih Defragment.
3.Terjadi proses. Setelah selesai akan tampil pesan yang menyatakan bahwa defragment telah selesai. Jika ingin melihat report_nya ,klik View Report atau Close untuk menutupnya.





Gambar_27 : Proses Defragment pada Disk.


TUGAS RUMAH :
1.Buat laporan dan kesimpulan praktikum (sifat individu) dan di
jilid.












PERCOBAAN IX

POKOK BAHASAN : Komputer Netwoek.

TUJUAN : Agar mahasiswa trampil dan paham dalam menginstalasi
driver NIC dan pemberian IP address dalam jaringan
komputer.


DASAR TEORI
1. IP Address.

a.Format IP Address
8 bit 8 bit
XXXXXXXX  XXXXXXXX  XXXXXXXX  XXXXXXXX
8 bit 8 bit
32 bit
b.Pembagian Kelas IP Address
1. Kelas A
0 7 8 32 bit
0

Network – ID
Host – ID
IP address : 0  0 . 0 . 0 – 127 . 255 . 255 . 255
2. Kelas B
0 15 16 32 bit
1
0
Network – ID
Host – ID
IP address : 128  0 . 0 . 0 – 191 . 255 . 255 . 255
3. Kelas C
0 23 24 32 bit
1
1
0
Network – ID
Host – ID
IP address : 192  0 . 0 . 0 – 223 . 255 . 255 . 255

c.Alamat Subnet Mask
Kelas
Subnet Mask
Biner
A
B
C
255 . 0 . 0 . 0
255 . 255 . 0 . 0
255 . 255 . 255 . 0
11111111 . 00000000 . 00000000 . 00000000
11111111 . 11111111 . 00000000 . 00000000
11111111 . 11111111 . 11111111 . 00000000


d.Macam - macam alamat khusus
Ping : 127 . 0 . 0 . 1 { alamat loop back NIC itu sendiri}
Ping : 127. 255. 255. 255 { menunjukkan alamat jaringan, bukan menunjukkan
alamat host}
ping : 255 . 255. 255. 255 {menunjukkan alamat Broad cast}

2. Topologi Jaringan.
a.Topologi Point to Point.



Line Printer

Gambar_28 : Topologi point to point.
Keterangan :
Kedua komputer mempunyai kedudukan yang sama yaitu sebagai workstation (workgroup).
Transfer tukar data dengan teknik sharing folder.
Jumlah terminal terbatas.
Tanpa menggunakan concentrator.



b.Topologi Bus.






Gambar_29 : Topologi bus

Keterangan :
Semua komputer mempunyai keduddukan sama yaitu sebagai workstation (workgroup)
Transfer tukar data dengan teknik sharing folder.
Penambahan terminal, akan mengganggu aktifitas jaringan yang sedang berlangsung.

ALAT DAN BAHAN
1.Network Interface Card (NIC)
2.Komputer standart
3.Kabel UTP dengan konektor RJ_45.

LANGKAH PERCOBAAN :
a. Mendeteksi NIC dan setting IP address.
1.Pasang kartu jaringan (NIC) pada slot ekspansi yang sesuai dengan tipe kartu jaringan (slot PCI atau slot ISA).
2.Hidupkan komputer.
3.Jika kartu jaringan jaringan mendukung plug and play, maka pada saat komputer di hidupkan windows akan mendeteksi keberadaan kartu jaringan dan sekaligus akan terjadi proses instalasi driver secara automatis. Gambar 30. menunjukkan kartu jaringan yang sudah terinstall drivernya.

Gambar_30 : Konfermasi kartu jaringan (NIC) .
4.Namun jika kartu jaringan tidak mendukung Plug and Play, gunakan fasilitas Add New Hardware pada Control Panel sama seperti menginstal perangkat tambahan lain (soun card, display adapter dan lain-lain).
5.Setelah proses instalasi device driver kartu jaringan , maka komputer akan melakukan restart secara automatis.Tahap selanjutnya adalah pengaturan pada properti jaringan, yaitu melaluimenu Star – Setting – Control Panel – Network atau dengan mengklik kanan ikon Network Neighborhood, klik Properties maka akan tampil kotak dialog Network (Gambar 31).
Gambar_31 : Kotak dialog konfigurasi network.

6.Sorot Client for Microsoft Networks, klik Add, sorot Protocol, terus klik Add ,sorot Microsoft, pilih Network protokols TCT /IP klik OK. Seperti di tunjukkan Gambar 32.

Gambar_32 : Kotak dialog pemilihan protocol jaringan.
7.Sorot protocol TCP /IP compatible kartu jaringan yang terpasang dan di teruskan klik Properties, di lanjutkan pengisisan IP Address, selanjutnya klik OK. Seperti ditunjukkan Gambar 33
Gambar_33 : Kotak dialog pengisian IP address.

8.Klik Identification, Isikan Kotak Computer name dan Work group.Seperti diperlihatkan pada Gambar 34.
Gambar_34 : Kotak dialog Identification Computer name dan Workgroup.

b. Instalasi komputer network.
1.Hubungkan kabel UTP dengan konektor Rj–45 ke NIC (sesuaikan dengan topologi yang di kehendaki).
2.Hidupkan komputer
3.Isikan IP address dan subnet mask dengan kelas C
4.Isikan IP. address kelas C dan IP address DNS . ( Lihat Gambar 33 ).
Gambar_35 : Kotak dialog pengisian Ping 127.0.0.1 (loop back).
5.Ujilah kondisi NIC dengan ping : 127 . 0 . 0 . 1 {loopback NIC, (Gambar 35).
6.Lakukan sharing HDD dan Floppy (Gambar 36).
Gambar_36 : Kotak dialog Sharing : HDD, FDD, CDROM.
Langkah melakukan sharing :
1.Klik kiri File and Print Sharing.
2.Klik kiri kotak dialog File and Print Sharing.
3.Double klik kiri icon My Computer pada destop, pilih CDROM dan klik kanan sorot Sharing.
7.Panggil alamat komputer (work station) lainnya, seperti Gambar 6.
8.Panggil HDD pada komputer alamat yang berbeda. (Gamabr 37).
Gambar_37 : Kotak dialog Network Neighborhood.
Langkah memanggil HDD yang sudah di sharing :
1.Double klik kiri icon Network Neighborhood pada destop.
2.Double klik kiri Entire Network.

TUGAS RUMAH
1.Buatlah laporan praktikum (1 mahasiswa satu laporan).































PERCOBAAN X


POKOK BAHASAN : Instalasi Modem.

TUJUAN : Agar mahasiswa trampil dan mampu menjelaskan cara
mengintalasi peralatan komunikasi Modem pada sebuah
komputer.

DASAR TEORI
Di era teknologi komunikasi, orang tidak hanya terpancang melakukan komunikasi melalui pesawat telepon saja. Bahkan dengan semakin berkembangnya teknologi Internet, maka teknologi ini menjadi alternatif baru untuk berkomunikasi. Alat ini bernama MODEM (modulator demodulator). Pada Modem standar, saat ini telah tersedia Modem dengan kecepatan 56 Kbps bahkan lebih. Modem juga dilengkapi kompresi data (data compression) dan error correction yang cukup bagus sehingga semakin meningkatkan kinerjanya yang pada akhirnya meningkatkan kinerja komputer pada saat berkomunikasi.
Menurut bentuknya dan pemasangannya, perangkat Modem ini dibedakan menjadi 2, yaitu :
a.Internal Modem (modem internal).
Modem internal, dipasang pada Slot ekspansi PCI atau ISA pada sebuah mainboard komputer (tergantung teknologi card modemnya).
b.External Modem (modem eksternal).
Jenis Modem ini di pasang diluar komputer dan terhubung pada salah satu port serial (COM port) baik port serial DB_9 atau DB_25. Modem eksternal membutuhkan catu daya tersendiri sedangkan Modem Internal tidak memerlukan catu daya sendiri.

ALAT DAN BAHAN
1.Komputer standar multimedia (sudah terinstal sistem operasinya).
2.Modem Internal & eksternal.
3.Catu daya (rectifier) untuk modem eksternal.
4.Kabel data serial untuk Modem ke komputer.
5.CD soft were driver modem (jika diperlukan).

LANGKAH PERCOBAAN
a.Modem Internal.
Adapun langkah-langkah pemasangan modem internal adalah sebagai berikut :
1.Setelah Casing komputer terbuka, perhatikan apa ada sisa slot ekspansi yang sesuai dengan kartu modem yang akan dipasang (slot ISA atau PCI). Setelah menemukan slot ekspansi yang kosong, buka slot bays atau penutup slot pada casing.
2.Pasang kartu modem tersebut pada slot ekspansi yang telah dipersiapkan sesuai jenis slot untuk kartu tersebut.
3.Pastikan bahwa modem telah terpasang dengan benar. Selanjutnya tutup kembali casing komputer dan hidupkan komputer.
4.Jika modem mendukung Plug and Play begitu juga mainboard atau komputer, maka saat komputer dihidupkan, windows akan mendeteksi dan mengenal adanya perangkat tambahan berupa modem.
5.Selanjutnya Windows akan menginstal device driver untuk modem tersebut. Jika device driver untuk modem tersebut tidak ada dalam library Windows, maka masukkan CD soft were driver modem tersebut.
6.Buka kotak dialog Control Panel dengan mengklik kanan menu Start, Setting, Control Panel.
7.Dari Control Panel klik icon Modem. Selanjutnya akan tampil kotak dialog konfirmasi, untuk memilih sendiri tipe Modem yang dipasang atau mempersilahkan Windows untuk mendeteksi keberadaan modem yang dipasang pada komputer tersebut (lihat Gambar_38).


Gambar_38 : Kotak dialog Install New Modem.
Dari kotak dialog ini klik Next untuk melanjutkan proses instalasi.

8.Selanjutnya Windows akan mencoba mendeteksi keberadaan modem pada komputer, seperti ditunjukkan pada Gamabar 39. Jika ditemukan maka Windows akan meng-instal device driver yang sesuai dengan modem tersebut. Atau pilihlah Have Disk untuk menginstal device driver dari CD soft were driver yang berisi device driver modem tersebut.

Gambar_39 : Kotak dialog Windows mendeteksi Modem.
9.Jika Windows tidak menemukan keberadaan modem di komputer, maka pilihlah merk dan tipe modem dari daftar yang ditampilkan (Gambar_40).
Gambar_40 : Kotak dialog pilihan tipe Modem.
Jika modem tidak terdapat pada terdaftar tersebut, pilihlah Have Disk untuk mengintal device driver dari CD soft were yang berisi device driver modem tersebut.
10.Selanjutnya tentukan port serial (COM Port) yang digunakan oleh modem (Gambar_41). Perlu diketahui bahwa modem internal dalam instalasinya diset sebagai salah satu Port Serial (COM1atau COM2) pada komputer.
Gambar_41 : Kotak dialog pemilihan Port Serial yang digunakan modem.
11.Setelah proses instalasi selesai, hubungkan kabel saluran telepon ke port Line dan jika menggunakan hubungan pesawat telepon maka hubungkanlah ke port Phone.

b.Modem Eksternal.
1.Matikan komputer lalu pasangkan ujung kabel data modem ke port serial (Serial Port DB_9 atau DB_25) di komputer dan ujung lainnya ke Portserial modem.
2.Pasangkan catu daya modem dan hubungkan ke sumber listrik AC.
3.Hidupkan modem dan komputer, sehingga komputer akan mengenali adanya sebuah perangkat baru yang terhubung pada Port serial (COM port). Jika komputer mengenali perangkat tersebut, maka windows akan mengintal device driver untuk modem tersebut. Jika device driver tidat terdapat dalam daftar library Windows, maka windows akan menampilkan kotak dialog yang berisi daftar perangkat modem. Pilih Have Disk untuk menginstal device driver yang sesuai dengan merk modem eksternal tersebut (CD soft were driver modem yang dipasang telah dimasukkan ke dalam CDROM).
4.Jika komputer tidak mengenali secara langsung, lakukan instalasi secara manual, yaitu dari Control Panel melalui tombol Start dan Setting lalu klik icon Modem. Selanjutnya tampil kotak dialog konfirmasi untuk memilih sendiri modem yang sesuai dengan merk modem yang dipasang. Jika meng_klik Next maka Windows akan langsung mendeteksi keberadaan modem dengan mencoba port-port serial (COM port) yang ada.
5.Setelah Windows menemukan modem pada salah satu port serial, windows akan menginstal device driver modem tersebut. Jika device driver tidak ada dalam library Windows, lakukan instalasi dari CDROM yang telah dimasukkan CD soft were device driver modem tersebut.
6.Jika dalam proses instalasi Windows tidak dapat mendeteksi keberadaan modem, maka bisa melakukan instalasi secara manual, yaitu pada saat proses deteksi modem selesai dan Windows tidak menemukan modem, Windows akan mempersilahkan penginstalan secara manual. Klik Next pada kotak dialog tersebut maka Windows akan menampilkan daftar modem yang ada. Jika modem tidak ada dalam daftar tersebut, klik Have Disk untuk menginstal dvice driver dari CDROM soft were device driver modem yang sesuai dengan modem yang dipasang.

Gambar_42 : Kotak dialog konfirmasi install perangkat modem selesai.

7.Setelah instalasi modem selesai (Gambar : 42), hubungkan kabel saluran telepon ke port Line dan hubungkan pesawat telepon yang mungkin ada ke port Phone.

Setelah proses instalasi modem selesai dan modem dapat berfungsi dengan baik, maka tahap selanjutnya adalah melakukan konfirmasi pada perangkat lunak atau sistem aplikasi yang memanfaatkan modem tersebut. Misalnya progaram bantu Dial Up Networking, Win fax untuk fungsi Faksimail pada komputer dan sistem aplikasi lainnya.
Untuk melakukan komunikasi Internet, gunakan fasilitas Dial-Up Networking pada Windows untuk melakukan Dial Up atau hubungan kesalah satu Provider Internet. Sedangkan untuk sistem aplikasi pembantunya, gunakan Internet Explorer atau Netscafe untuk browsing, Internet Mail untuk mailing dan mIRC untuk chating.

Berikut contoh setup pada fasilitas Dial Up Networking pada Windows :
1.Dari menu Start pilih Program, Accessories, Communications, Dial Up Networking.


Gamabar_43 : Kotak dialog Dial Up Networking.
2.Selanjutnya akan tampil kotak dialog Dial Up Networking (Gambar_43). Pada kotak ini terdapat ikon Make New Connection. Klik ikon tersebut maka akan tampil kotak dialog Make New Connection seperti terlihat pada (Gambar_44). Pada kotak dialog ini masukkan nama koneksi yang akan dibuat, misalnya SoloNet. Jika memiliki lebih dari satu modem pada komputer, pilihlah modem yang akan digunakan untuk koneksi ini pada Select a Modem.
3.Setelah memiliki modem yang akan digunakan untuk koneksi, konfigurasikan modem jika perlu dan selanjutnya klik Next.









Gambar_44 : Kotak dialog Make New Connection.
4.Pada kotak dialog berikutnya (Gambar_45) masukkan code area, nomor telepon serta code negara dari koneksi yang dibuat. Setelah keseluruhannya di isi, klik Next.

Gambar_45 : Mengisi nomor telkom tujuan (TelkomNet Instan).
5.Pada layar monitor akan tampil kotak dialog konfirmasi bahwa proses pembuatan koneksi Dial UP Networking telah selesai. Kemudian klik Finish untuk mengakhiri proses (Gambar_46). Maka pada kotak Dail Up Networking akan muncul tambahan satu buah ikon koneksi yaitu SoloNet, seperti gambar_10.

Gambar_46 : Kotak dialog konfirmasi proses pembuatan koneksi selesai.

Gambar_47 : Icon koneksi pada Dial Up Networking.
Jika koneksi Dial Up Networking tersebut digunakan untuk koneksi Internet, maka nomor telepon yang dimasukkan adalah nomor telepon modem dari Provider (ISP) yang dituju. Misalnya untuk Telkomnet adalah : 080989999. Isi User name dan Password jika dikehendaki, kemudian tekan Tombol Connect.

Gambar_48 : Kotak dialog koneksi ke server TelkomNet.
Sehingga akan muncul kotak dialog proses koneksi ke Server TelkomNet yang merupakan Server Internet yang kita gunakan untuk Browsing ke jaringan Internet (Gambar_12).


Gambar_49: Proses koneksi ke ISP.

Selanjutnya, setelah melakukan koneksi dengan Provider, gunakan sistem aplikasi pendukung lainnya, misalnya Internet Explorer untuk melakukan browsing (Gambar_50).



Gambar_50: Program aplikasi Internet Explorer.



TUGAS RUMAH
1. Buatlah laporan praktikum (1 mahasiswa satu laporan) !









PERCOBAAN XI




POKOK BAHASAN : Instalasi Linux Redhat 9.

TUJUAN : Agar mahasiswa paham dan trampil dalam menginstalasi
sistem operasi Linux Rethad 9.

ALAT DAN BAHAN
1. CD Soft ware Linux Rathad 9.
2.Komputer standard min Pentium II. 300 Mhz.


LANGKAH PERCOBAAN
Berikut adalah langkah instalasi linux Rethad 9 :

1.Hidupkan komputer dan atur agar komputer menggunakan CDROM sebagai media boot utama.
2.Masukkan CD soft ware linux Rethad 9 ke CDROM.
3.Pada prompt boot : anda dapat memasukkan parameter seperti yang dijelaskan pada jendela semi grafis. Untuk lebih mudahnya, cukup tekan Enter untuk memulai instalasi grafis.
4.Setelah proses pemeriksaan semua harware yang ada pada komputer, anda dipersilakan memeriksa CDROM, dalam hal ini pilih Skip agar instalasi berlangsung lebih cepat.
5.Akan akan disambut oleh jendela grafis “ Welcome to Linux Rethad 9”. Klik Next.
6.Pilih bahasa yang dikehendaki selama proses instalasi, Klik Next.
7.Pilih jenis keyboard yang digunakan. Klik Next.
8.Pilih jenis mouse yang digunakan. Klik Next.
9.Anda diminta untuk : meng_upgrade atau meng_instal Linux dari awal. Jika hard disk anda belum terinstal Linux Rethad 9 , pilih Perform New Rethad Linux Instalation kemudian klik Next.
10.Pilih type instalasi yang akan digunakan. Anda dapat menggunakan Linux sebaga : Personal Desktop, Workstation dan Server. Dalam hal ini anda pilih Custom dan selanjutnya memilih aplikasi apa saja yang akan di install. Klik Next.
11.Anda dapat memilih bagaimana hard disk akan dipartisi. Ada dua pilihan yaitu : Automatically Partition dan Manually Partition with Disk Druid. Dalam hal ini anda pilih Manually Partition with Disk Druid. Klik Next.
12.Anda akan mendapatkan sebuah jendela untuk mengatur partisi secara manual. Untuk membuat sebuah partisi, klik tombol New. Pada kotak isian Mount point : isikan titik mount yang diinginkan. Misalnya anda mengisi ‘/’ (partisi untuk sistem Linux). /boot (partisi untuk boot linux), size 200 MB. /swap (partisi untuk virtual memory dalam linux), Size 512 MB atau dua kali memory yang terpasang pada komputer. /home (partisi untuk folder), size 1 GB. Setelah selesai settingnya tekan OK.
13.Anda diminta untuk menentukan konfigurasi boot, dalam hal ini anda pilih Next.
14.Anda diminta untuk mengisi IP address kartu jaringan yang terpasang pada komputer anda. Jika tidak diperlukan klik Next.
15.Sebuah jendela konfigurasi firewall tampil. Anda dapat memilih tingkat proteksi Medium. Klik Next.
16.Pilih bahasa yang akan digunakan oleh Linux setelah instalasi selesai. Sebagai orang indonesia anda pilih dapat memilih English dan Indonesia. Klik Next.
17.Pada jendela konfigurasi Time Zone, pilih area Java and Sumatera, GMT + 7. Klik Next.
18.Sebuah jendela untuk memasukkan password root. Anda harus memasukkan nilaiyang sama pada isian Root password dan confirm sebanyak min 6 karakter. Klik Next.
19.Pada jendela Authentication Configuration klik Next.
20.Pada jendela pemilihan paket aplikasi, pilih Accept the current package list. Klik Next. Tunggu sampai proses selesai, dalam proses ini anda juga diminta untuk memasukkan CD Linux ke_2 & ke_3. Lakukan apa yang diminta dan klik OK.
21.Selanjutnya anda diminta untuk memilih, akan membuat disket boot atau tidak. Jika tidak tekan No dan klik Next.
22.Selanjutnya anda dapat mengatur konfigurasi VGA card yang terinstal. Klik Next.
23.Jika anda memilih menggunakan Xwindows sebuah jendela tampil. Pilih jenis monitor yang digunakan, klik Next.
24.Tentukan resolusi yang akan digunakan pada saat sistem Linux berjalan. Selanjutnya klik Next.
25.Instalasi selesai dan anda dapat segera menggunakan Linux Rethad 9.

TUGAS RUMAH

1.Buat laporan dan kesimpulan praktikum (sifat individu).






















SEKILAS PENANGANAN MASALAH PADA KOMPUTER


A.Permasalahan pada harddisk drive (HDD).
a.Hard disk drive tidak di kenal.
Contoh : HDD Controller Failer.
Cara mengatasi masalah tersebut :
1.Restar komputer dan tekan tombol Del, atau konfigurasi tombol yang lain sesuai dengan mainboard untuk masuk ke menu setup BIOS atau CMOS Setup.
2.Pilih menu Standard CMOS Setup.
3.Pada Standard CMOC Setup perhatikan isi field-field tipe harddisk drive yang ada. Apakah isi dari field tersebut berubah atau tidak sesuai dengan hard disk drive. Jika demikian, pilihlah Type AUTO agar spesifikasi HDD di deteksi oleh BIOS pada saat booting, atau menggunakan fasilitas IDE Auto Detection.
4.Setelah setup selesai, re-start komputer. Jika proses booting berjalan dengan lancar, berarti masalah telah teratasi.
5.Jika pesan tersebut masih tampil, cobalah periksa hubungan kabel data dan power Hard disk drive tersebut.
6.Apabila langkah tersebut masih belum menyelesaikan masalah, cobalah dengan memindahkan koneksi kabel data HDD ke konektor IDE controller lainnya (secondary), dan kemudian gunakan fasilitas IDE Auto Detection untuk mendeteksi keberadaan HDD. Apabila HDD terdeteksi, berarti IDE controller primer yang rusak.
7.Jika HDD belum di kenali, perhatikan apakah CD Rom drive di kenal oleh komputer. Jika CD Rom drive dikenali maka HDD yang rusak. Sedangkan jika CD Rom drive juga tidak bisa di kenal, berarti IDE controller yang rusak. Untuk memastikan hal ini, jika bisa mencoba HDD pada komputer lain.
8.Untuk mengatasi IDE controller yang rusak, gantilah IDE controller tersebut, yaitu dengan multi I /O card.

b. Missing Operating System.
Bila pesan yang tampil “Missing Operating System”ada dua kemungkinan
yang terjadi, yaitu :
1.Type hard disk drive pada setup BIOS berubah atau berbeda dengan type
hard disk drive yang sebenarnya.
2.Hard disk drive kehilangan sistem operasi. Misalnya, terformat atau
sebab yang lain.
Untuk mengatasi hal tersebut, bisa menempuh langkah-langkah sbb :
1.Untuk kemungkinan pertama yang terjadi, bisa di atasi dengan langkah
seperti HDD tidak dikenal.
2.Jika kemungkinan kedua yang terjadi, lakukan langkah sbb :
a.Buatlah komputer booting dari HDD, jika tidak berhasil ubahlah komputer booting dari floopy.
b.Masukkan disket star –up yang berisi FDIDK.EXE dan SYS.COM yang sesuai dengan sistem operasi pada HDD.
c.Selanjutnya booting dari star –up.
d.Setelah proses booting selesai, tampil Dos promt atau A>, cobalah pindah ke drive C: tekan Enter.
e.Perhatikan apakah isi dari HDD masih bisa dikenali, yaitu dengan mengetik perintah DIR tekan Enter. Perhatikan apakah file sistem pada drive tersebut masih ada dan masih sesuai ukurannya (File : Command.Com, IO.Sys dan MSDOS.Sys. Serta pada sistem operasi windows 9x adalah file WIN.COM pada directory Windows.
f.Jika drive C: sudah tidak bisa di akses, misalnya tampil pesan “Invalid drive spesification” kemungkinan HDD kehilangan partisi (partition table) sehingga akan kehilangan logical drive secara otomatis. Jika hal tersebut terjadi lakukan pembuatan parti HDD tersebut dengan program bantu FDISK.EXE.
g.Jika ternyata HDD masih bisa di akses, maka ada kemungkinan boot record pada boot sector dari drive tersebut yang rusak atau cacat. Untuk itu, bisa mencoba memperbaikinya dengan menggunakan program bantu FDISK.EXE, yaitu dengna mengetikkan perintah :
A> FDISK/MBR[Enter]
Parameter /MBR (make boot record) pada perintah di atas berfungsi untuk memperbaiki boot record pada drive tersebut. kemudian restart-lah komputer tersebut.
h.Jika langkah di atas belum berhasil, bisa mencoba boot dari disket dan setelah menggunakan program bantu FDISK.EXE (dengan FDISK/MBR) untuk memperbaiki sistem boot record, gunakan program bantu SYS.COM untuk memperbaiki sistem boot pada drive tersebut, yaitu dengan mengetikkan perintah :
A>SYS C : [Enter]
i.Disamping kedua program bantu di atas, perlu pertimbangkan penggunaan program bantu anti virus untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan virus yang menyebabkan terjadinya masalah tersebut.

Permasalahan Struktur Data di Hard Disk Drive
Seperti telah diuraikan di muka bahwa dalam sebuah hard disk drive secara logika akan dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu partisi, boot sector, FAT, direktori dan data area. Jika terjadi kerusakan pada struktur logika dari hard disk drive tersebut maka banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Mulai dari adanya file yang tidak bisa dibaca sampai pada hard disk drive-nya yang tidak bisa dibaca.

Permasalahan pada Tabel Partisi Hard Disk Drive
Partisi merupakan bagian pada hard disk drive yang menjadi tempat penyimpangan file atau data. Jika terjadi kerusakan pada tabel partisi, maka akan terganggu pula seluruh isi dalam hard disk tersebut. Apalagi jika partisi pada hard disk drive tersebut hilang, maka seluruh isi hard disk drive tidak akan bisa dibaca. Bahkan hard disk drive itu sendiri tidak bisa dikenali secara logika. T-t adanya kerusakan pada tabel partisi adalah :
Komputer tidak bisa boot dari hard disk drive sementara secara fisik hard disk drive tersebut dikenali oleh komputer, yaitu dikenalnya setup hard disk tersebut oleh BIOS.
Jika boot dari media lain, disket misalnya maka ketika mencoba mengakses hard disk drive tersebut akan tampil pesan Invalid media spesification atau pesan lain yang menyatakan tidak adanya drive tersebut
Untuk memastikannya, bisa menggunakan program bantu FDISK dan pilih menu Display partition information. Jika memang partisi hilang maka FDISK akan menampilkan pesan bahwa tidak ada partisi pada hard disk drive tersebut. namun jika saat periksa dengan FDISK menunjukkan adanya partisi dalam hard disk drive tersebut, maka bisa mencoba memperbaiki kerusakan struktur yang ada dengan menggunakan program bantu yang ada. Misalnya dengan menggunakan Norton Disk Doctor atau Scandisk. Seperti ketahui bahwa kedua program bantu ini akan melakukan pemeriksaan pada struktur logika disk pada saat dijalankan. Jika hard disk drive menggunakan sistem operasi yang menggunakan FAT 32 seperti Windows 98 misalnya, maka jangan menggunakan program bantu untuk FAT yang dibawahnya. Misalnya menggunakan Norton Disk Doctor atau Scandisk untuk MsDOS 6.x.. Karena jika hal itu lakukan, maka setelah proses perbaikan, struktur logika pada hard disk drive tidak akan kembali seperti sedia kala.





DAFTAR PUSTAKA


1.IR. SUDANTHA WIRIJA. Microsoft Windows 2000 Server, Penerbit PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta.
2.YM. LEE. Makalah Seminar dan workshop Seagate Academic Program.
3.DOWNLOD INTERNET. Seagate Technology International.
4.WAHANA KOMPUTER Seri Profesional. Pedoman Praktis Perakitan & Pengelolaan Perangkat Komputer, Penerbit Salemba Infotek.
5.HUSNI. Implementasi Jaringan Komputer dengan Linux Redhat 9, Penerbit ANDI Yogyakarta.




















MAHASISWA YANG MENGAMBIL MATA KULIAH PIK

No
Kelas
Jurusan
Jumlah mahasiswa
Strata /Jenjang
1
5 kelas
MI, KA
69
DIII
2
2 kelas
TI
32
DIII
3
2 kelas
SI
24
S1
4
2 kelas
TI
28
S1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar